Memasuki era tahun 2000-an, inilah merupakan sejarah awal duniabroadcast pertelevisian berkembang pesat hingga kini, penandanya adalah ditahun itu beberapa stasiun televisi swasta muncul. Tak banyak yang tahu bahwa akhirnya dunia broadcast televisi menjamah dunia pendidikan kita, tahun 2002 beberapa pendidikan setingkat Akademi Komunikasi berjurusan broadcasting muncul namun peminatnya tak sebanyak sekarang. Jika dilihat dari rentetan sejarahnya maka pencetus pertama broadcasting televisi adalah IKJ (1981) yang dulu bernama LPKJ(25 Juni 1976) meskipun pada awal kemunculannya adalah adanya jurusan sinematografi dibawah fakultas Fakultas Seni Rupa dan Disain, sejarah terus berubah dan pada awal tahun 1990-an justru jurusan film & televisi menjadi fakultas tersendiri. Broadcasting televisi terus berkembang sangat cepat di tahun 2002 Akademi Komunikasi BSI pun membuka jurusan spesialis broadcasting dengan pembidanganbroadcasting radio dan televisi. Sampai menjamah ke Perguruan Tinggi yang lain pun ikut mendirikan jurusanbroadcasting pertelevisian.

Tak mau kalah dengan PT (Perguruan Tinggi), di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan pun muncul jurusan broadcastpertelevisian tepatnya di tahun 2003, munculnya SMK Broadcast tv di Indonesia merupakan fenomena tersendiri, kehadirannya seperti dianaktirikan. Tetapi kini menjadi tren tersendiri bagi kalangan remaja yang baru saja menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) atau bagi mereka para pelajar yang sudah memasuki SMA/MA. Animo mereka sangat besar untuk memasuki dunia broadcasting pertelevisian. Lengkap sudah jurusan yang satu ini dari jenjang SMK hingga Perguruan Tinggi sudah terwakili. Tentulah perkembangan ini harus segera disikapi secara cepat agar mereka para peminat broadcast pertelevisian menjadi broadcaster-broadcaster handal (profesional) di bidangnya.Dan agar cita-cita pendidikan terarah serta tujuan ”mencerdaskan kehidupan bangsa” ini tercapai. Tak hanya itu, hal ini juga merupakan bagian dari membentuk para profesional broadcast tv yang mampu mengkritisi zaman dan menegakkan nilai-nilai kearifan lokal. Secara tidak langsung kontrol konten penyiaran akan terbentuk sendiri.  Serta kalak mampu mengembangkan ekonomi kreatif dikalangan pelajar yang diterapkan sejak dini yang mampu menghasilkan jiwa wira usaha (enterpreunership).

Dunia siaran sendiri memiliki peran besar dalam mendukung terbentuknya civil society Indonesia yang kuat. Dunia atau media siaran (elektronik dan cetak) memiliki fungsi sebagai pilar ke empat demokrasi. Selain itu, ia juga merupakan alat penyampai informasi ke dan dari masyarakat kepada khalayak (mass media) secara efisien dan efektif.

Untuk mencapai sasaran yang terarah dan pasti pengembangan SMK Broadcast Pertelevisian harus terpadu dan terarah. Dengan fokus pembelajarannya adalah meliputi 8 bidang mata diklat yakni:

  1. Fotografi
  2. Manajemen Produksi
  3. Penulisan Nasakah TV
  4. Videografi (Tata Kamera dan Tata cahaya)
  5. Tata Artistik
  6. Penyutradaraan
  7. Tata Suara dan
  8. Editing

8 bidang ini adalah pilar bagi peserta didik agar belajar secara maksimal dibidang broadcast pertelevisian yakni membuat program acara televisi (Drama, Nondrama, dan News & Sport) bukan membuat pemancar televisi.

Views All Time
178
Views Today
2